Sejarah Rohingya Myanmar [LENGKAP 2023]

TADALAFILIX.COM – Sejarah Rohingya Myanmar [LENGKAP 2023] Rohingya adalah sebuah etnis Minoritas Muslim di Myanmar (dulu bernama Burma). Mereka tinggal di wilayah Rakhine, di sebelah barat laut negara tersebut. Sejarahnya bermula sejak abad ke-18, ketika kawasan Rakhine dikuasai oleh Dinasti Konbaung. Pada masa itu, banyak imigran Muslim dari India dan Bangladesh yang datang ke Rakhine dan menetap di sana.

Sejarah Rohingya Myanmar – Pada tahun 1948, setelah Myanmar merdeka dari Inggris, Rohingya diakui sebagai warga negara Myanmar. Namun, pada tahun 1982, undang-undang kewarganegaraan baru diterapkan di Myanmar yang mengesampingkan hak-hak mereka. Dengan demikian, mereka dianggap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, meskipun banyak di antara mereka telah tinggal di Rakhine selama berabad-abad.

Sejak itu, mereka telah mengalami diskriminasi dan persekusi terus menerus di tangan pemerintah Myanmar. Pada tahun 2012, terjadi bentrokan antara komunitasnya dan etnis Rakhine yang mengakibatkan ribuan orang mengungsi ke negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh. Pada tahun 2017, kekerasan terhadap Etnis Rohingya mencapai puncaknya ketika militer Myanmar melakukan pembantaian terhadap komunitas tersebut, yang kemudian dikenal sebagai “genosida Rohingya”.

Kekerasan terhadap mereka terus berlanjut hingga saat ini, meskipun pemerintah Myanmar telah memberikan beberapa koncesi kepada komunitas tersebut. Namun, hak-hak dasar mereka masih terus dibatasi dan banyak di antara mereka masih terpaksa mengungsi ke negara-negara tetangga.

Sejarah Rohingiya Myanmar

Seperti yang kami bahas di atas, sejarah Rohingya di Myanmar adalah bahwa komunitas ini telah mengalami diskriminasi dan persekusi terus menerus selama bertahun-tahun. Hal ini dimulai pada tahun 1982, ketika undang-undang kewarganegaraan baru diterapkan di Myanmar yang mengesampingkan hak-hak mereka.

Tempat Pengungsian Rohingya
Tempat Pengungsian Rohingya

Sejak itu, mereka telah mengalami diskriminasi di tangan pemerintah Myanmar, termasuk dalam hal akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Pada tahun 2017, kekerasan terhadap mereka mencapai puncaknya ketika militer Myanmar melakukan pembantaian terhadap komunitas tersebut, yang kemudian dikenal sebagai “genosida Rohingya”.

Kekerasan terhadap Etnis ini terus berlanjut hingga saat ini, meskipun pemerintah Myanmar telah memberikan beberapa koncesi kepada komunitas tersebut. Namun, hak-hak dasar mereka masih terus dibatasi dan banyak di antara mereka masih terpaksa mengungsi ke negara-negara tetangga.

Pertanyaan Seputar Muslim Rohingiya

Berikut adalah sejumlah pertanyaan netizen yang banyak bertanya tentang sejarah dari Muslim Rohingiya yang kami ambil dari berbagai sumber.

Dari mana asal orang Rohingya?!

Orang Etnis ini merupakan sebuah etnis Minoritas Muslim di Myanmar (dulu bernama Burma). Mereka tinggal di wilayah Rakhine, di sebelah barat laut negara tersebut. Sejarah Etnis ini bermula sejak abad ke-18, ketika kawasan Rakhine dikuasai oleh Dinasti Konbaung. Pada masa itu, banyak imigran Muslim dari India dan Bangladesh yang datang ke Rakhine dan menetap di sana.

Namun, pemerintah Myanmar tidak mengakui bahwa Etnis ini merupakan etnis asli dari Myanmar dan menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Oleh karena itu, tidak ada jawaban yang pasti mengenai asal usulnya. Beberapa pendapat menyatakan bahwa Etnis ini merupakan keturunan dari imigran Muslim yang datang ke Rakhine sejak abad ke-18, sementara pendapat lain menyatakan bahwa Rohingya merupakan keturunan dari suku-suku yang telah tinggal di Rakhine sejak zaman dahulu.

Tetap saja, faktanya adalah bahwa banyak di antara mereka telah tinggal di Rakhine selama berabad-abad, dan hak untuk menyatakan diri sebagai warga negara Myanmar tidak diakui oleh pemerintah Myanmar. Oleh karena itu, Etnis ini masih mengalami diskriminasi dan persekusi hingga saat ini.

Kenapa Indonesia menerima Rohingya?!

Indonesia menerima Rohingya sebagai bagian dari upaya negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) untuk menangani masalah kemanusiaan yang dihadapi komunitas Etnis ini di Myanmar. Sejak tahun 2012, ribuan orang Rohingya telah mengungsi ke negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh karena kekerasan dan diskriminasi yang dialami di tangan pemerintah Myanmar.

Indonesia telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang Rohingya yang mengungsi ke negaranya, termasuk memberikan tempat tinggal di pusat-pusat pengungsian, memberikan akses ke pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta memberikan bantuan keuangan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Selain itu, Indonesia juga terlibat dalam upaya diplomasi internasional untuk mencari solusi terhadap masalah kemanusiaan yang dihadapi mereka.

Sebagai negara yang memiliki ajaran agama yang menekankan pada toleransi dan keadilan, Indonesia merasa bertanggung jawab untuk membantu Etnis ini yang mengalami kesulitan. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memiliki prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang kuat, sehingga Indonesia merasa bertanggung jawab untuk membela hak-hak orang Rohingya yang seringkali dilanggar oleh pemerintah Myanmar.

Kenapa warga Rohingya di tolak di Malaysia?!

Warga Rohingya di Malaysia seringkali diperlakukan dengan tidak adil dan diabaikan oleh pemerintah dan masyarakat Malaysia. Meskipun Malaysia merupakan salah satu negara yang menerima mereka yang mengungsi dari Myanmar, namun pemerintah Malaysia tidak memberikan hak-hak yang sama kepada warga Etnis  ini seperti yang diberikan kepada warga negara Malaysia lainnya.

Beberapa alasan mengapa warga mereka di tolak di Malaysia adalah:

  1. Status kewarganegaraan: Tidak memiliki status kewarganegaraan yang sah, sehingga mereka tidak memiliki hak untuk bekerja, mendapatkan pelayanan kesehatan, atau mengikuti pendidikan yang sama dengan warga negara Malaysia lainnya.
  2. Diskriminasi: Seringkali mengalami diskriminasi dari masyarakat Malaysia karena perbedaan agama dan etnis. Mereka sering diabaikan dan diperlakukan dengan tidak adil, terutama dalam hal akses terhadap pelayanan publik.
  3. Kekerasan: Sering menjadi sasaran kekerasan dari masyarakat Malaysia yang tidak toleran terhadap perbedaan. Beberapa di antara mereka pernah menjadi korban kekerasan fisik, seperti pemukulan atau penyiksaan.
  4. Masalah hukum: Seringkali menjadi sasaran tindakan hukum yang tidak adil. Beberapa di antara mereka pernah ditangkap dan dipenjara tanpa dasar yang jelas, atau dikenakan sanksi hukum yang berlebihan.

Oleh karena itu, meskipun Malaysia menerima orang Rohingya yang mengungsi dari Myanmar, namun warga ini di Malaysia masih terus mengalami kesulitan dan tidak mendapat perlakuan yang adil.

Rohingya agamanya apa?!

Etnis Minoritas Muslim di Myanmar (dulu bernama Burma). Mereka tinggal di wilayah Rakhine, di sebelah barat laut negara tersebut. Sebagian besar orangnya adalah muslim sunni, yang merupakan agama mayoritas di kalangan muslim di seluruh dunia.

Namun, meskipun mayoritas muslim, tidak semua Etnis ini merupakan muslim. Beberapa di antara mereka adalah muslim shi’a atau muslim yang menganut ajaran lain, seperti Ahmadiyah. Sebagian besar orang Rohingya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, termasuk dalam hal makanan, pakaian, dan adat-istiadat.

Meskipun demikian, selama bertahun-tahun, orang Rohingya di Myanmar telah mengalami diskriminasi dan persekusi karena agamanya. Pemerintah Myanmar tidak mengakui bahwa mereka merupakan etnis asli dari Myanmar dan seringkali menuduh mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Akibatnya, orang Rohingya seringkali diabaikan dan diperlakukan dengan tidak adil, terutama dalam hal akses terhadap pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.

Check Also

Sejarah Imlek Di Indonesia

Sejarah Imlek di Indonesia [LENGKAP 2023]

TADALAFILIX.COM – Sejarah Imlek di Indonesia [LENGKAP 2023]¬†Imlek adalah merupakan perayaan Tahun Baru Cina yang …